Bekam itu sesuai keadaan dan keluhan

 



Bismillah.

"Tik SAR"

Bekam itu sesuai keadaan dan keluhan


KEADAAN KETIKA MELAKUKAN BEKAM DAN

TITIK-TITIK BEKAMNYA 


1. Dari Ibnu Abbas RA, berkata: "Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang ihram." (HR. Bukhari) 


2. Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: "Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram karena rasa sakit yang beliau rasakan di kepalanya." 

(Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A'zhami (IV/187)) 


3. Dari Anas RA, berkata: "Bahwa Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram di bagian punggung kaki beliau karena rasa sakit yang ada padanya." 

(Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A'zhami (IV/187)) 


4. Dari Ibnu Abbas RA, berkata: "Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang puasa." (HR. Bukhari) 


5. Dari Abdullah bin Buhainah RA, dia bercerita: "Rasulullah SAW berbekam di bagian tengah kepalanya sedang beliau tengah berihram karena pusing yang beliau rasakan."

 (HR. Bukhari) 


6. Dari Ibnu Umar RA, dia bercerita: "Nabi SAW pernah berbekam di kepalanya dan menyebutnya dengan Ummu Mughits." 

(Kitab al-Fawaaid, dinilai hasan oleh al-Albani) 


7. Dari seseorang, dia bercerita, "Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak batal puasa orang yang muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam'." 

(HR. Abu 

Dawud, Ibnu Khuzaimah, sanad hasan oleh al-Albani) 


8. Dari Jabir RA, dia bercerita: "Sesungguhnya Nabi SAW jatuh dari kuda beliau dan menimpa batang pohon, sehingga kaki beliau patah. Waki' RA berkata: 'Sesungguhnya Nabi SAW 

berbekam di bagian kaki yang terkilir'." 

(Shahih Sunan Ibnu Majah, karya al-Albani ) 


9. Dari Jabir RA: "Nabi SAW pernah berbekam karena kakinya tersandung/terkilir." 

(Shahih Ibnu Khuzaimah) 


10. Dari Anas bin Malik RA: "Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih (vena 

jugularis/jugular vein) dan punggung bagian atas." (HR. Abu Dawus, dishahihkan oleh al- 

Albani) 


11. Dari Abu Kabsyah al-'Anmari RA: "Rasulullah SAW pernah dibekam bagian tengah kepalanya dan diantara kedua pundaknya. Dan Beliau bersabda: 'Barangsiapa mengalirkan darah ini, maka tidak akan mudharat baginya untuk mengobati sesuatu dengan sesuatu'." 

(Shahih Sunan Abu Dawud (no. 3268), lihat juga kitab Jaami'ul Ushuul (VII/541)) 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Titik Bekam Menggigil

Titik Bekam Sakit Pinggang